Ada hal menarik ketika sesi peluncuran tim Yamaha Racing Indonesia yang akan berlaga untuk di kancah balap Asia beberapa waktu lalu di Jakarta Utara.
Salah satunya, dari livery motor yang akan dipakai untuk berlaga di ajang Asia Road Racing Championship (ARRC) musim ini.
Tak sekadar Biru-Putih yang menjadi warna identik pabrikan berlogo Garputala selama ini. Tetapi, ada juga kini warna orange yang lebih mendominasi di bagian fairing samping kiri-kanan serta fairing depan.
Berdasarkan obrolan MotoSport.id dengan Wahyu Rusmayadi selaku Manajer Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), ternyata ada inspirasi atau cerita di balik itu.
“Livery ini memang untuk Yamaha Racing Indonesia saja. Kami banyak berkomunikasi dengan Yamaha Motor Europe sebenarnya. Jadi livery kami sudah sinkron dengan beberapa pola yang terinspirasi dari mereka,” ungkap Wahyu Rusmayadi.
Sebenarnya, pola ini sudah mulai diimplementasi sejak tahun lalu. tetapi menurut Wahyu, tahun ini diperkuat lagi dengan beberapa elemen seperti dengan mempertegas dengan warna-warna sponsor yang menjadi dominan.
“Dulu ketika kami memiliki sponsor dominan, kami tidak memiliki dominan warna. Tetapi kini kami kembangkan, salah satunya dengan komposisi Eneos yang kita buat lebih eye cathing dan penampakannya lebih bagus secara eksposure dan kita juga letakan komposisi main sponsor serta sponsor lainnya gitu,” tambahnya.
Brand Pelumas Mesin
Tidak hanya soal livery, tetapi yang sangat menarik kalau bicara komposisi sponsor di YRI. Setidaknya, ada enam merek oli bersatu dalam satu tim.
Hal ini, bisa dikatakan jarang terjadi di tim balap. Lantaran biasanya hanya satu atau dua sponsor saja biasanya. Sponsor pelumas itu adalah; Eneos, Caltex, Idemitsu, Shell, Yamalube dan Pertamina.
“Kita sudah tentukan itu untuk berbagi peran bersama-sama. Mereka sangat banyak membantu kita dan akhirnya kita bisa memberikan porsinya masing-masing,” bilang Wahyu yang kerap mendampingi pembalap binaan Yamaha di kancah balap Eropa dan Asia ini.
Baca Juga : Yamaha Indonesia Ungkap Pembalap dan Tim Satelit di Musim 2026, Ada Nama LFN HP969
Tidak hanya itu saja, menurut pria ramah ini, setiap brand pelumas juga punya target masing-masing. Ada yang targetnya untuk di balap internasional, ada juga yang targetnya justru di balap nasional.
“Dengan kondisi ini akhirnya kami bisa berkompromi dengan semua sehingga solid dan bisa ada di satu kolaborasi. Tetapi selain itu, mereka juga merupakan bagian dari suplier kita,” pungkas Wahyu.
Wah, keren sih ini. Enam merek pelumas duduk bareng di satu tim!

