MAXi Tour Boemi Nusantara Kalimantan 2026 alias MTBNK 2026 menjadi etape ke-8 dari rangkaian event yang diprakarsai PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). MTBN pertama di tahun ini, digelar di Sumatera Utara, tepatnya menjelajah kawasan Danau Toba.
Tapi dalam setiap perjalannya, MAXi Tour Boemi Nusantara tak hanya sekadar berkendara. Sama seperti dengan yang terjadi di MTBN Kalimantan 2026 ini. Tak hanya menjelajah jalanan membelah jantung pulau Borneo, dari Sampit ke Pangkalan Bun (4-5/7). Tapi, juga mengunjungi kawasan Cagar Budaya dan juga Cagar Alam di daerah setempat.
Dalam perjalanannya di Pangkalan Bun, peserta yang menggunakan rangkaian varian MAXi yang terdiri dari Yamaha XMAX, NMAX “TURBO”, Aerox Alpha dan Lexi ini juga mengunjungi Istana Pangeran Mangkubumi.
Salah satu situs budaya yang ada di Kota Manis itu merupakan bangunan bersejarah peninggalan Kesultanan Kutaringin. Bangunan yang terbuat dari kayu Ulin ini menjadi simbol dari perjalanan sejarah kabupaten Kotawaringin Barat.
Dalam kesempatan ini, Yamaha Indonesia juga menyerahkan bantuan sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian cagar budaya masyrakat setempat.
Selepas itu, rombongan yang juga terdiri dari komunitas XMAX Mentaya juga meneruskan perjalanan ke tepian Sungai Arut dan mendapat sambutan hangat dengan tarian Dayak Butawawih sembari menikmati suasana senja hingga matahari terbenam.
Baca Juga : MAXi Tour Boemi Nusantara Kalimantan 2026, di Luar Nalar
Susur Sungai Sekonyer
Keesokan harinya, peserta MTBN Kalimantan 2026 diajak riding menuju pelabuhan Kumai. Kali ini, peserta diajak untuk menjelajah Sungai Sekonyer untuk menuju Taman Nasional Tanjung Puting.
Menariknya, Sungai Sekonyer terkenal dengan julukan The Amazon of Asia. Itu karena kawasan ini menawarkan petualangan menyusuri hutan hujan tropis purba dengan menggunakan perahu tradisional. Tanjung Puting sendiri merupakan pusat konservasi orang utan terbesar di dunia.
Bersama kapal tradisional yang terbuat dari kayu ini, peserta diajak untuk menikmati susur sungai. Terkesan seakan berada di Amazon, lantaran banyak sekali kapal dan tak sedikit pula turis mancanegara yang datang ke Taman Nasional Tanjung Puting untuk menyaksikan habitat asli orang utan.
Canda tawa dan keramahan para wisatawan turut menambah syahdu suasana susur sungai dalam MAXi Tour Boemi Nusantara Kalimantan 2026 ini. Sekaligus, membuktikan kalau MTBN tak sekadar perjalanan turing jarak jauh, tetapi sebuah perjalanan untuk menikmati bumi Nusantara dari sudut pandang berbeda.
Tak terlupa, tak sekadar eksplorasi Indonesia, tetapi juga Yamaha mengajak para pengguna skutik premium Garputala alias MAXi Yamaha untuk peduli terhadap kelestarian lingkungan dan budaya yang menjadi pesona Boemi Nusantara.
“Aktvitas ini juga sekaligus memperkenalkan warisan budaya, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap pentingnya menjaga kelestarian salah satu satwa endemik kebanggaan Indonesia, yaitu Orang Utan,” ujar Khusnul Faris, Chief Yamaha Area Kalimantan PT YIMM.
Kemana lagi kita?








